Jumat, 25 November 2011

Happy Trenggono

Biografi H. Ir. Heppy Trenggono

Heppy Trenggono adalah founder dan CEO United Balimuda Group yang bergerak di bidang perkebunan sawit, industri makanan dan alat-alat berat. Perkebunan kelapa sawitnya berada di Kalimantan dan Sumatera hingga kini sebanyak 4 perkebunan dengan total luas 51.000 ha. Pemilik brand heppyfood, memproduksi berbagai makanan dan minuman. Produknya yang populer di pasar antara lain adalah makanan instant merk “POTAYO”. Ia adalah pendiri sekaligus presiden IIBF (Indonesian Islamic Business Forum), sebuah gerakan yang memiliki semangat “membangkitkan umat agar tumbuh menjadi pengusaha – pengusaha Pintar!”

Location         :Jakarta, Indonesia, Indonesia

Interests         :Heppy Trenggono, Bagi saya, bisnis adalah cara untuk membuktikan tujuan hidup kita.

Occupation     :Founder and CEO UNITED BALIMUDA Group, Perkebunan Kelapa Sawit 1. PT. Sinergi Agro Industry,Desa Sa


HEPPY TRENGGONO lahir dan menghabiskan masa remajanya di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia datang dari keluarga Pegawai Negeri Sipil ( PNS ). Ayahnya berkarier di dunia pendidikan, sementara ibunya seorang pedagang dan meninggal saat Heppy berumur tujuh tahun. Sebelum ditinggal oleh ibunya pada usia 7 tahun, Heppy sering membantu ibunya berjualan di toko maupun di pasar. Sejak kecil Heppy memang suka berdagang. Sepeninggal ibunya, Heppy tidak tinggal bersama ayahnya karena ayahnya menikah lagi.

Sebenarnya, sebelum ibundanya wafat, Heppy bisa dibilang hidup berkecukupan. Namun, setelah ibunya wafat, keadaan hidupnya turun drastis, “ kasarnya, saya nggak ada yang ngurusin dan sengsara “. Heppy teringat, waktu masih SD. Dirinya sempat pergi ke kebun peninggalan ibunya untuk memanen singkong. Pernah suatu saat ia dilecehkan oleh seorang teman yang melihat Heppy sedang melakukan “pekerjaan” kasar ketika ia bersama seorang temannya memanen singkong di kebun ibunya dan memikulnya. Temannya berkata. “ Ngapain kamu Heppy sekarang kok mikul – mikul singkong gitu. Kalau aku nggak maulah. Kasihan deh kamu”. Saya sangat malu ketika diejek seperti itu. Tapi dari situ saya sadar bahwa hidup saya memang sudah berubah.Waktu itu saya bener – bener mejadi orang yan sengsara,. Nggak pernah ketemu ibu dan bapak dan sekolahpun nggak ada yg membiayai.
Lulus dari SMA 1 pekalongan tahun 1987 dan setelah berhenti kuliah pada semester pertama di UPN Jogja lalu gagal melanjutkan kuliah gratis di Jerman, pada tahun 1989 Heppy mencoba melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan. Salah satu perusahaan yang dikirimi lamaran adalah PT United Tractor (UT ), perusahaan yang bergerak di bidang penjualan berbagai jenis alat berat ( heavy equipment) seperti bulldozer, excavator, farm tractor,dll. Yang merupakan anak usaha Astra Grup. Ternyata ia diterima bekerja di UT , tepatnya di Divisi Service menangani bagian EDP (Electronic Data Processing). Kalau sekarang lebih dikenal sebagai TI, pekerjaannya tak jauh dari mengurus hal – hal yang terkait dengan komputer dan teknologi informasi.

Sewaktu bekerja di UT, Heppy terus ingin mengembangkan diri. Tak heran ia lalu memilih kuliah sambil bekerja. Waktu itu, sembari bekerja di UT, ia lalu mengambil kuliah jurusan Management Informatika di Universitas Gunadarma. Jadi, ia kuliah dengan biaya sendiri dengan uang dari gajinya kerja di UT. “ Tapi oleh UT, saya juga diikutkan pada pendidikan di Astra System Analyst Program. Ini adalah program yang diselenggarakan Astra untuk mencetak system analyst yang bekerja di lingkungan Grup Astra.

Naluri bisnis Heppy mulai bersemi sejak ia masih berstatus mahasiswa. Seja
k semester dua di Universitas Gunadarma, Heppy mulai tertarik untuk coba – coba memiliki usaha sendiri. Bidang usaha yang digarap tak jauh dari bidang IT yang sedang digelutinya. Dalam hal ini ia menawarkan jasa pengembangan system ( system development ). Misalnya, sistem administrasi produksi, sistem analisis pelumas terintegrasi, dsb., untuk perusahaan – perusahaan ( pelanggannya termasuk perusahaan asing ), juga ada sistem administrasi akademis untuk kalangan perguruan tinggi.

Saya sangat terkesan dengan pengalaman saya kuliah sambil bekerja. Waktu itu, saya menawarkan jasa saya untuk membangun system TI di berbagai peerusahaan termasuk perusahaan asing, BUMN dan berbagai perguruan tinggi swasta. Saya biasa melakukan presentasi di hadapan para doctor dan dosen pengelola berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Saya merasa bangga karena masih berstatus mahasiswa namun saya sudah bisa memberikan presentasi di depan mereka dan semuanya menyimak saya. Padahal, saya melakukan presentasi sendirian. Apalagi, saya juga dapat uang banyak dari usaha kecil – kecilan ini.
Praktis waktu itu Heppy merangkap tiga aktivitas, yakni kuliah, bekerja di UT sebagai pekerjaan utamanya, dan usaha sambilan. Ketika itu Heppy biasa bangun jam 02.30 pagi untuk menggarap pekerjaan system TI yang akan di-install ( dipasang ) di perusahaan atau perguruan tinggi kiennya, dan pagi harinya ia bekerja. “ Secara fisik mungkin capek, namun saya sangat menikmatinya”.

Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom adalah Founder dan CEO United Balimuda Group. Sebuah kelompok usaha multinasional yang bergerak di plantation dan consumer good. Selain merintis usaha mulai dari nol sejak duduk di bangku kuliah. Sempat juga berkarier di beberapa perusahaan besar hingga menduduki posisi puncak sebagai Direktur di A. Latief Corporation (sekarang TVone). Namun jiwa entrepreneurnya memaksanya meninggalkan dunia mapan untuk membangun usaha sendiri. Sempat jatuh dalam lilitan hutang sebesar Rp. 62 miliar. Namun mampu bangkit dalam waktu dua tahun dan kembali membangun bisnisnya senilai 2,5 Triliyun tanpa hutang sama sekali. Belajar bisnis dengan banyak guru di dalam dan luar negeri.
Ir. H. Heppy Trenggono, M.Kom juga memiliki profit lainnya :
- Pemilik 51.000 Ha perkebunan sawit di Kalimantan dan Sumatra dari 300.000 Ha yang ditargetkan.
- Penerima anugerah 50 Entreprise Award tahun 2005 oleh majalah SWA dan Accenture
- “10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis dari Nol” by Jurnalis senior Sudarmadi terbitan Gramedia.
- Penulis buku “Menjadi Bangsa Pintar” terbitan Republika.
- Penulis buku “Membangun Kekayaan Tanpa Riba”
POTAYO
Merupakan makanan siap saji berbahan baku kentang, makanan sehat untuk diet dan diabet (healthy food for diet and diabet). Pertama di Indonesia, bubur kentang instan makanan pengganti nasi. Dengan bendera PT. BALIMUDA FOOD dimana perusahaan ini sedang dalam tahap mengembangkan, memproduksi dan memasarkan bubur kentang di bawah merk dagang Heppy Food yakni Potayo. Pabrik bubur kentang ini terletak di Kawasan Industri Taman Tekno Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. Sedangkan alamat PT. BALIMUDA FOOD yakni di Balimuda Center Jl. Mampang Prapatan XIV No. 99, 1279, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia

IIBF
Pak Heppy selain berbisnis juga menjadi Presiden IIBF. Indonesian Islamic Business Forum adalah sebuah organisasi yang membina para pengusaha dengan visi “Mencetak satu juta pengusaha Indonesia yang kuat tahun 2020”. Kini IIBF memiliki berbagai program – program guna menunjang visi yang ingin di capainya plus event – event yang mendukungnya. Diantara program yang disuguhkan adalah Business Forum, Forum Dakwah Entrepreneurship, IIBF Business Coaching, Workshop and Camp. Untuk lebih jelas dan detailnya bisa di lihat (www.iibf-indonesia.com)
OME
One Mont Entrepreneurs adalah sebuah program yang didesain untuk mencetak generasi unggul yang mampu membangun kekuatan ekonomi usaha. Peserta yang terpilih untuk mengikuti program ini akan dibimbing, dilatih dan dibekali dengan berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur. Dalam satu bulan para peserta tersebut akan dibimbing untuk melakukan usaha yang sesungguhnya dan menghasilkan uang dari usahanya.
Program ini mendesain para peserta untuk mendapatkan :
1. Pelatihan “Entrepreneurial Training”
a. Bagaimana mengelola dan menggerakkan team yang solid
b. Bagaimana membuat dan mengelola cashflow
c. Bagaimana melakukan pemasaran dan penjualan yang efektif untuk mencapai target dan mencetak profit
d. Bagaimana mengelola keuangan, menyusun dan memahami laporan keuangan dan pengambilan keputusan
e. Bagaimana melakukan transaksi, mengelola inventory dan logistic
f. Bagaimana cara mendapatkan modal
2. Mendapatkan pengalaman nyata menjalankan perusahaan
3. Berpeluang untuk meraih IIBF Next Generation Award




Pernah Gagal
Kebangkrutan bisnis alat berat yang menyisakan utang Rp 62 miliar justru menjadi titik balik kebangkitan Heppy Trenggono merintis bisnis baru dengan 12 perusahaan dan 3.000 karyawan. Bagaimana bisa?
Dulu, tiap hari selalu tampak sejumlah lelaki berbadan tegap hilir mudik di kantor PT Balimuda Persada. Wajah-wajah garang itu datang silih berganti ke lokasi perusahaan milik Heppy Trenggono itu beroperasi. Mereka adalah para debt collector yang menagih utang perusahaan alat berat tersebut senilai Rp 62 miliar. “Itu kejadian sekitar enam tahun silam. Jumlah utang saya melebihi aset perusahaan,” ujar Heppy tentang masa sulitnya tahun 2005. Kini, Heppy adalah bos Grup Balimuda yang membawahkan 12 anak perusahaan dengan 3.000 pegawai.
Diakui Heppy, kegagalannya saat itu berawal dari ambisi ingin kelihatan sukses. Untuk mencapai mimpinya, pria kelahiran 20 April 1967 ini nekat melakukan sesuatu di luar kemampuan: ekspansi besar-besaran tanpa kalkulasi bisnis dan prospeknya. Keberanian ini dipicu oleh kondisi bisnis Balimuda yang berkembang terlalu cepat dibandingkan rata-rata perusahaan lain. Pihaknya berani menyanggupi pekerjaan yang nyatanya tidak mampu digarap dan nilai proyeknya melampaui kapasitas finansial perusahaan.
Cepat membesar, cepat terkapar. Kalimat itu cocok menggambarkan betapa rentannya bisnis Balimuda yang dibesut Heppy pada 2002. Dia terpincut terjun ke bisnis alat berat lantaran ingin mengikuti jejak sang kakak yang lebih dulu sukses. Maka, sembilan tahun lalu Heppy yang kala itu masih menjabat Direktur Teknik Lativi mengibarkan bendera PT Balimuda Persada. Baginya, dunia alat berat bukan hal asing. Apalagi, dia pernah bekerja sebagaiProgrammer Analyst di PT United Tractors selama lima tahun. Dengan pengalamannya itulah, dia berani memutuskan bekerja sambil berwirausaha.
Mula-mula Balimuda menangani proyek pembukaan lahan (land clearing) perkebunan sawit, yaitu menjadi subkontraktor beberapa perusahaan, seperti Pradiksi dari Malaysia. Adapun proyek pertama bukan-subkontraktor adalah proyek dari Gudang Garam yang ingin membuka lahan di Kalimantan Timur pada akhir 2002. Proyek itu didapat dengan susah payah. Kebetulan, intuisi bisnis Heppy tajam, sehingga dia mampu mencium peluang dari perusahaan rokok itu yang hendak buka lahan sawit. Dia pun jemput bola dengan mendatangi kantor Gudang Garam dari pagi hingga sore.
Untuk menjalankan proyek Balimuda kala itu, tidak dibutuhkan dana besar. Dia hanya memutar uang untuk menggarap proyek dari klien. Pasalnya, lulusan Manajemen Informatika dari Universitas Gunadarma ini sudah mendapatkan kredit usaha dari Bank Niaga sebesar 80% dari total nilai proyek. Sementara untuk pengadaan alat berat, dia mencicil dari United Tractors. Uang muka 20%, sisanya diangsur selama 12 bulan. Begitu seterusnya, sampai suatu ketika Heppy yakin untuk serius menggeluti bisnisnya dan meninggalkan kursi empuk di Lativi (kini TV One).
Ya, Dewi Fortuna masih berpihak pada Heppy. Nama Balimuda kian melambung dan banyak perusahaan yang meliriknya. Celakanya, “Di situlah agaknya awal kehancuran bisnis saya,” katanya mengenang dengan raut wajah sedih. Waktu itu, dia betul-betul terlena dengan pinjaman usaha dan tak mampu mengontrol diri. Ekspansinya kebablasan dengan menambah banyak alat berat, sehingga dia tidak mampu bayar utang. Bahkan, semua hartanya terkuras habis. Karyawan sebanyak 400 orang pun bubar, sebelum dilakukan pemecatan. “Mereka (karyawan) pergi membawa aset perusahaan yang ada,” ucap anak ke-3 dari 8 bersaudara ini. Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tak mampu menggaji pegawainya. Yang bisa dia lakukan saat itu cuma memohon perpanjangn tempo pembayaran utang kepada para kreditor.
Heppy mengaku memetik pelajaran berharga dari pengalaman buruknya. “Saya mulai sadar bahwa nafsu untuk kelihatan sukses justru akan membuat diri sendiri terpuruk,” ungkap ayah empat anak ini. Pascajatuh, Heppy tidak berlarut-larut meratapi diri. Berawal dari kebangkrutan, dia ingin membuktikan bisa bangkit dan melesat kembali.
Lantas, apa yang dia lakukan?
Langkah pertama yang diayunnya adalah mengubah haluan bisnis. Dia kapok menggumuli bisnis alat berat. Nah, agar tetap bisa menghidupi keluarganya, Heppy tidak malu menjadibroker bagi perusahaan yang akan terjun ke bisnis kelapa sawit. “Sebab, pekerjaan inilah yang paling memungkinkan dan risikonya kecil,” ujar pengusaha yang juga dikenal sebagai ustadz ini.
Saat menjadi broker, Heppy mengandalkan jaringan lama yang masih percaya pada dirinya. Dia juga memperluas pergaulan hingga ke mancanegara. Sebagai perantara, tugasnya hanya mencarikan lahan sawit bagi investor. Atau, mempertemukan investor dan pengusaha yang bergerak di bidang sawit. Perlahan tetapi pasti, Heppy mampu membeli lahan sawit sembari melunasi tumpukan utangnya.
Tidak hanya itu, siapa sangka kini Heppy bersama mitra bisnisnya sudah memiliki 80 ribu hektare lahan kelapa sawit yang tersebar di beberapa daerah di Kal-Tim dan Sumatera. Tidak tanggung-tanggung, total investasinya hingga sekarang Rp 4 triliun.
Makin lama bisnis broker kelapa sawit Heppy kian bersinar. Lelaki asal Desa Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini mendapat banyak mitra dari investor asing. Saat ini, Balimuda bersinergi bisnis dengan IGM Corp, Bless Resource, plus NBC. “Sebenarnya, masih banyak lagi,” katanya tanpa merinci nama perusahaan yang menaungi kerja sama itu. Yang jelas, anak perusahaan perkebunan itu antara lain PT Sinergi Agro Industri, PT Indonesia Plantation Synergi, PT Prima Alumga, PT Borneo Indo Subur, PT Prasetia Utama dan PT Buana Mudantara.
Heppy mengaku, model bisnis kelapa sawitnya belum sampai ke tahap pengolahan. Malah, boleh dibilang, tidak sampai ke tahap panen. Kegiatan bisnisnya cenderung membeli lahan, baik yang masih kosong, siap tanam, maupun sudah ditanami. Kemudian, lahan tersebut dia kelola melalui berbagai anak perusahaan. Setelah itu, lahan dijual lagi pada umur tertentu. Nah, profit didapat dari selisih harga jual tersebut. “Kalau lahan sawit itu, makin tua kian mahal. Apalagi, jika bibitnya bagus, sehingga umur tiga tahun bisa memetik hasilnya,” kata Heppy yang enggan membeberkan omsetnya. Yang pasti, bisnis perkebunan itu memberi kontribusi pendapatan terbesar di Grup Balimuda.
Tidak puas hanya menggenggam bisnis perkebunan, selanjutnya bidang produk konsumer pun disergap Heppy. Bisnis baru ini dipayungi Heppyfoods yang membawahkan PT Balimuda Food dan PT Industri Pangan Indonesia yang didirikan tahun 2006. Meski belum setenar perusahaan produk konsumer besar, produk Heppyfoods yang pabriknya berada di BSD City Tangerang mampu menyeruak di pasaran. Salah satu produknya adalah bubur instan berbahan kentang dengan merek Potayo. Dia mengklaim, produk ini menjadi pionir dan pemimpin pasar. Betul, secara brand awareness, Potayo belum terkenal karena Heppy sengaja tidak membuka jalur promosi, apalagi beriklan di media massa. Pasalnya, strategi penjualan yang dilancarkan langsung ke end user.
Kendati demikian, jangan anggap enteng distribusi Potayo. Heppy justru langsung mengambil jalur modern channel seperti Carrefour dan Hero. Jadi, meski iklannya belum nongol di televisi, produk Potayo sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Selain Potayo, belakangan dia juga memproduksi health coffee dengan merek Cordova. Produk anyar ini baru dirilis ke pasar dengan menyasar konsumen langsung, alias belum memakai jalur distributor.
Handito Hadi Joewono memberikan aplaus terhadap inovasi Potayo. “Heppyfoods punya peluang menjadi penguasa di pasar yang diciptakannya tersebut. Tapi, kalau tidak mau promosi gara-gara takut persaingan, itu berbahaya. Sebab, justru persaingan inilah potensi untuk tumbuh besar. Kuncinya, grow or die. Kalau tidak mau persaingan, justru nanti mati sendiri,” kata Chief Strategy Consultant & President Arrbey itu. Menurutnya, jangan takut membangunkan macan tidur. Kalau tidak, malah bisnisnya akan kecil terus. Nah, untuk mengantisipasinya, dia menyarankan strategi menahan pertumbuhan kompetitor dengan menguasai daerah-daerah tertentu, jadi bukan head-on.
Sekarang, di bawah United Balimuda Corp ada 12 perusahaan milik Heppy. Ini adalah buah dari kerja keras dan kegigihannya dalam berbisnis. Heppy sudah mandiri sejak ibunya wafat saat dia masih duduk di kelas III SD.
Aswandi As’an juga tidak meragukan sikap pantang menyerah bosnya. ”Beliau tidak ambisius, tetapi mampu mengerjakan apa yang ada dengan banyak relasi di dalam dan luar negeri,” kata staf Hubungan Eksternal United Balimuda Corp itu.
Heppy mempekerjakan lebih dari 3.000 orang dengan sistem kekeluargaan. Dia cenderung ingin membangun karakter karyawan ketimbang menerapkan target yang muluk-muluk. “Memang target itu penting. Tapi, saya tidak pernah marah jika target tidak tercapai,” kata Presiden Direktur United Balimuda Corp ini tentang alasan sistem pengelolaan karyawannya. Yang bisa menyulut kemarahan Heppy justru ketika karyawan tidak bisa menerapkan falsafah “Inspiring and giving the world”. Prinsip inilah yang terus ditanamkan pada karyawan Balimuda. Dan perwujudannya, membentuk karyawan yang berkarakter dan berintegritas tinggi.
Gaya leadership Heppy adalah keteladanan. Dia ingin menunjukkan bagaimana hidup secara benar kepada bawahan. Misalnya, soal kejujuran, dia selalu terbuka soal pengeluaran perusahaan. Ini dimaksudkan agar karyawan tidak berlaku culas ketika diberi tanggung jawab. Contoh lain? Untuk mewujudkan perusahaan yang menginspirasi, secara berkala dia melibatkan masyarakat sekitar kantor yang berada di Jl. Mampang Prapatan XIV/99, Jakarta Selatan, untuk beraktivitas. Heppy pun tiap hari memberikan sarapan kepada kaum dhuafa di sekitar rumahnya di Jl. Mampang Prapatan X. “Kita jangan sejahtera sendirian, tapi juga lingkungan sekitar,” ujar Heppy tentang sikap filantropinya. Untuk memberi contoh kehidupan berkeluarga, tak jarang anak-anak Heppy juga diajak menyambangi kantor. Bila umumnya istri pengusaha hanya di rumah, Heppy melibatkan sang istri sebagai Direktur Keuangan.
Keteladanan Heppy dibenarkan oleh karyawannya. Pendapat Edi Cahyanto setidaknya menguatkan hal itu. “Saya seperti mendapatkan sosok guru pada diri Pak Heppy,” ucap Penyelia Produksi PT Industri Pangan Indonesia itu. Jadi, hubungannya dengan Heppy bukanlah antara atasan dan bawahan, melainkan antara guru dan murid. Nilai moral yang diajarkan Heppy dan sangat melekat di hati karyawan adalah tradisi untuk menyisihkan 10% penghasilan buat kegiatan amal. Heppy juga dinilainya jago memilih karyawan untuk menduduki posisi terentu. “Bagi Pak Heppy, orang pintar itu banyak. Tapi orang yang mau dididik itu sedikit,” kata Edi. Dia mencontohkan, dirinya sendiri yang tidak tahu apa-apa soal produksi justru diserahi posisi supervisor. Hebatnya, Heppy bersedia mengajari secara langsung anak buah yang ingin belajar sungguh-sungguh. Kelebihan lain sosok Heppy? “Orangnya sederhana, bahkan sering menyetir sendiri mobilnya,” Aswandi menambahkan.
Nah, seiring dengan semangat menginspirasi, Heppy juga membentuk komunitas Indonesian Islamic Business Forum. Ini merupakan komunitas yang beranggotakan pengusaha dan calon pengusaha. Kegiatannya, mulai dari berbagi pengalaman hingga pendampingan bisnis para anggota. Belakangan, Heppy juga menggagas lahirnya gerakan Beli Indonesia yang dicetuskan pada 27 Februari 2011 bersama 504 pengusaha dari 42 kota di Indonesia. Beli Indonesia adalah gerakan membangun karakter bangsa yang membela bangsanya sendiri, yaitu sikap untuk membeli produk bukan dengan alasan lebih baik atau lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri. Pasalnya, dia prihatin dengan kondisi perekonomian Indonesia yang justru banyak dijajah produk asing. “Semua itu saya lakukan untuk memberi manfaat bagi orang banyak. Karena, saya hanya ingin hidup tenang tanpa dikejar-kejar nafsu untuk memperkaya diri,” kata pengusaha yang hampir selalu pulang kampung dengan helikopter sewaan ini.
Happy untuk masyarakat
Ia menyebut United Balimuda Group sebagai pesantren dan bermimpi menjadikan kelompok usahanya ini sebagai sebuah model perusahaan modern yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip akidah Islamiyah. Visi  Inspiring and Giving the World Through the Corporate Valuesmenjadi sebuah spirit yang merupakan roh perkembangan Balimuda, yang kemudian ditularkannya lewat 'dakwah kewirausahaan (entrepreneurship ). 
Pandangan-pandangan dan cara hidupnya, sebagai kepala keluarga dan pemimpin perusahaan, menarik dan menginspirasi banyak orang, termasuk kalangan pengusaha dan generasi muda. Bagi dia, jadi pengusaha itu belum bermanfaat kalau tidak dalam jalur kebaikan.  Berikut adalah cuplikan obrolan wartawan 
Republika , <B>Indra Wisnu Wardhana<B>, dengan Heppy Trenggono.
Anda melakukan kegiatan dakwah  
entrepreneurship , apa latar belakangnya?
Idenya muncul begitu saja ketika disuruh mengisi ceramah di Universitas Pekalongan, Jawa Tengah. Selama ini, dakwah amal saleh yang kita tahu hanya menyumbang atau membangun tempat ibadah. Tapi, dengan memberikan pelatihan dan berbagi ilmu, itu juga termasuk dakwah amal saleh.
Seperti apa konsep  
inspiring yang Anda maksudkan?
Kerja itu ibadah dan prestasi adalah dakwah. Jadi, kita ingin menginspirasi melalui prestasi. Sedangkan, 
giving -nya adalah amal saleh. Jadi, inilah visi kami.Kemarin, saya baru dari luar negeri, sebentar di Jakarta, terus keliling memberikan pelatihan untuk pengusaha dan anak-anak. Jadi, menurut saya, dakwah itu tidak hanya harus dilakukan oleh kiai atau menteri. Tetapi, alangkah luar biasa sekali jika semua pemimpin kita termasuk di perusahaan berdakwah.

Apa yang Anda sampaikan dalam dakwah  
entrepreneur itu?
Yang namanya dakwah itu  
kan tabligh, menyampaikan ajaran yang baik, menyampaikan kebaikan. Kita berdakwah dengan menginspirasi orang. Kita ingin berbagi kebaikan. Balimuda sebagai  brand memiliki sebuah nilai atau sesuatu yang dibela dan itu tercermin dalam  corporate culture serta visi kami. 
Apa sebetulnya yang mau di- 
inspiring ?
Kalau mau bicara perusahaan, banyak perusahaan besar. Dari segi apa pun, masih banyak yang hebat dari Balimuda. Tapi, kita memilih visi  
inspiring untuk memberi satu warna.
Mengapa yang dipilih  
entrepreneuer ?
Karena, itulah masalah bangsa kita. Kalau kita melihat sejarah, bangsa ini dibangun oleh para pedagang dengan cara berdakwah. Mereka-lah yang dakwah dan ternyata sangat efektif.Lihat saja pedagang dari Gujarat. Ketika mereka  
ngomong , itu rohnya ada, energi keluar karena mereka sudah melakukan apa yang diucapkan. 
Orang bicara sedekah atau tentang kebaikan dan membangun bangsa. Tapi, kalau dia cuma  
ngomong , tidak ada artinya. Namun, kalau kita menceritakan apa yang kita alami, apa yang kita jalankan, pasti banyak orang akan mengikuti. Sasaran saya dalam berdakwah itu adalah semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pengusaha. Kita juga ke pondok pesantren. Intinya, ketika kita membangun mentalitas, yang kita ingin bangun adalah  entrepreneurship .
Ia membiayai semua kegiatan pelatihan, termasuk untuk makannya. ''Saya sudah siapkan dana untuk kegiatan ini, kita juga berikan beasiswa, punya sekolah-sekolah yang dibiaya sendiri,'' ungkapnya. Untuk itu, dia punya rumus sendiri. ''Dari setiap  
income yang masuk, harus ada yang saya sisihkan. Dalam keadaan apa pun. Dan, itu bisa masuk ke mana-mana, baik ke pelatihan, sekolah, dan sebagainya. Kalau bicara untung, ya untunglah, materi ya materi. Itulah dakwah kita,'' cetusnya. 
Apa yang diharapkan dari pelatihan?
Indonesia bisa berubah oleh satu orang. Coba bayangkan, di antara ribuan orang yang saya  
training , muncul satu saja, dan dia kemudian jadi presiden. Seperti apa luar biasanya. Bangsa Indonesia ratusan tahun dijajah Belanda, tapi kemudian muncul satu orang yang berpikir lain dari jutaan orang, namanya Soekarno. Akhirnya, kita merdeka. Kita butuh figur yang punya komitmen terhadap agama, bangsa, dan berani serta cerdas. Begitu satu ada yang menginspirasi, pasti semua ikut. Gerakan kita ini hanya amal saleh dan dakwah. Kalau mau ke politik, ya masuk parpol.
Maka itu, saya ingin masuki semua kalangan, termasuk pondok pesantren. Membangun bangsa dan agama itu saja tujuan saya, tidak ada yang lain. Kebetulan, karena saya bukan dari kalangan partai dan organisasi, saya bisa cair  
ngomong . Kalau kita ikhlas, pasti ada keberkahan di sana.
Bagaimana Anda melihat perkembangan  
entrepreneurship di Indonesia?
Sungguh tidak sebanding. Indonesia dengan luas dua juta kilometer persegi, Singapura 689 kilometer persegi, dan Malaysia 250 ribu kilometer persegi, tapi angka pengusaha yang kita cetak jauh di bawah dua negera itu. 
Mengapa bisa begitu?
            Ternyata, ada pendapat yang berkembang di masyarakat kita bahwa jualan itu merupakan hal yang tabu. 
Entrepreneurship intinya  kan jualan. Sebagai contoh, teman saya SMP semuanya jadi pegawai. Yang jadi pengusaha cuma dua orang, termasuk saya. Banyak teman saya di Malaysia bercerita, di negerinya mencari pekerjaan itu mudah. Kalaupun ada pengangguran, itu orang yang malas saja.
            Apa yang dikatakan memang benar, terbukti banyak tenaga kerja Indonesia yang berangkat ke Malaysia. Di Indonesia, mencari pekerjaan itu sulit, pengangguran sangat luar biasa, satu pekerjaan diperebutkan oleh banyak orang. Mengapa di sana mudah? Karena,  
entrepreneurship -nya jalan. 
            Di Singapura apalagi. Kita tahu orang kaya di dunia itu hanya 0,14 persen dari 6,6 miliar manusia atau sekitar 9,5 juta orang terpillih. Di Indonesia, jumlah orang kaya 250 ribu dari total 210 juta jiwa. Bandingkan dengan Singapura yang jumlah penduduknya 770 ribu dan jumlah pedagang luar biasa banyaknya.
            Inilah yang menyebabkan kita tidak memiliki banyak pedagang karena ada pemeo jualan itu tabu. Inilah yang saya bedah. Dan, ini semua tantangan, apalagi kalau kita masuk ke perguruan tinggi Islam yang mahasiswanya ingin jadi santri seumur hidup. Tapi,  
alhamdulillah , mahasiswa dari perguruan tinggi Islam yang saya datangi mau mengikuti pelatihan yang mampu mencetak angka-angka penjualan yang bagus.
Apa yang Anda lakukan kepada mereka?
            Saya mencoba mengubah  
maindset mereka bahwa berjualan bukan hal yang tabu. Pendekatan yang saya ambil adalah belajar dari negara-negara yang sukses. Saya beri hal-hal yang praktis, termasuk saya minta mereka berjualan satu produk dan ternyata bisa. 
Saya juga bertanya kepada mahasiswa, mengapa di antara semua orang hanya sedikit yang bisa meraih sukses? Mengapa di antara semua negara ada yang bisa meraih kejayaan, sementara Indonesia masih terpuruk?
            Nah , di situlah kita belajar dari kisah-kisah sukses. Prinsipnya, membangun pribadi sukses sama saja dengan membangun bangsa. Ada komitmen, tujuan yang jelas, nilai, serta identitas yang jelas.Dalam pelatihan ini, kita sentuh dua hal.  Nah , melalui pelatihan yang saya berikan, mereka diberi  hard skill , yaitu praktik berjualan, berbicara dengan orang, dan mau melakukan apa yang diinginkan. Inilah yang kita sebut  real live game . 
            Real live game itu adalah seseorang dipaksa untuk memecahkan masalah dalam waktu satu jam. Kita turunkan peserta pelatihan itu di suatu tempat, mereka tidak boleh bawa dompet,  handphone , dan sebagainya. Tapi, mereka kita bekali dengan barang dagangan. 
Artinya, dia dilatih untuk bisa pulang bawa uang dan membayar angkot sendiri jika dapat memasarkan barang yang dibawanya.Biasanya, yang disentuh  
soft skill sehingga hasilnya cuma lompat-lompat. Kalau keluar ruangan, mereka bingung mau melakukan apa. 
Bagaimana reaksi mereka?
            Semula, mereka takut dan ragu-ragu. Sempat saya tawari, siapa yang mau mundur? Walaupun saat saya memberikan pelatihan di kampus IAIN Yogyayakarta dalam kondisi hujan, semua peserta mengikuti permainan itu dan hampir 80 persen mencetak angka. 
Tentang jualan pun mereka mengaku tidak berpikir. Namun, setelah kita ceritakan dunia nyata di luar sana, akhirnya pikiran mereka terbuka dan barang yang dijual rata-rata berkurang, bahkan ada yang habis. Itu sebuah sukses buat mereka. Saya katakan kepada teman-teman bahwa sederhana belum tentu mudah.
Kalau dengan pengusaha Anda bisa satu visi, tapi bagaimana dengan mahasiswa?
            Kita bicara siapa yang dihadapi. Untuk mahasiswa yang berlatar belakang lembaga Islam, kita pakai bahasa mereka. Kalau dengan pengusaha, kita  
sharing karena namanya pengusaha itu perlu bicara, perlu teman.Saya bilang kepada mahasiswa, mengapa kalian diturunkan ke dunia? Apa akan jadi santri seumur hidup? Kita buka bahwa mereka belajar itu untuk akhirnya terjun ke masyarakat, mengubah masyarakat. Ini yang tidak pernah mereka siapkan. Kita bawa dari dunia mereka, kita buka, dan kita bawa ke dunia nyata.
            Intinya, kita bawa mereka ke koridor  
entrepreneurship , ya  knowledge dan praktik. Banyak orang yang sudah respons. Ketika  entrepreneurship diberikan dengan pendekatan ilmiah, itu agak repot.Di Amerika, dunia usaha dengan kampus dekat sekali. Bill Gates itu jadi dosen dan pengusaha. Jadi, kalau dia ngomong, orang tergerak, bukan mencibir.Di Amerika, para birokratnya juga memiliki jiwa entrepreneursihip sehingga untuk urusan dagang mereka memiliki komitmen yang jelas. Maka itu, orang Amerika pandai memberikan perlindungan bagi para pengusaha. 
            Pengalaman bisnisnya cukup panjang. Orang tuanya pedagang dan waktu kecil pernah jualan garam. ''Dari kecil, saya suka di pasar. Saya menikmati. Sembari kuliah, saya kerja. Saya jadi pengusaha jualan sistem, jualan keripik. Jualan  
ndak laku juga pernah,'' katanya. Sekarang ini, jumlah usahanya ada sekitar 12 perusahaan. Mulai dari kelapa sawit seluas 21 ribu hektare di Kalimantan Timur dan Pulau Sumatra, consumer , bisnis alat berat, hingga kontraktor. ''Kita ingin membangun usaha yang syariah. United Balimuda adalah  brand -nya.''
Bagaimana dengan pembinaan Pemerintah Indonesia terhadap pengusaha kecil?
            Pemerintah kita tidak memilih roh  
entrepeneurship . Yang ada dalam pikiran mereka adalah kasih duit hilang, kasih duit lagi.  Entrepreneurship itu sebuah spesialisasi, sebuah karakter yang harus dibangun. Kalau tidak, ya  ndak jadi.
            Kita juga harus ingat korupsi yang paling besar adalah  
corporate corruption . Lihat saja BLBI (bantuan likuiditas Bank Indonesia). Berapa yang bisa dikorupsi seorang bupati, paling besar hanya miliaran saja. Tapi, kalau  corporate corruption , sampai triliunan. Ini bahaya. Jadi, yang harus diciptakan adalah pengusaha yang bagus dan baik.

Mana yang harus didahulukan?
            Harus bersama-sama. Itu pertanyaan banyak orang. Kita mau mulai dari mana untuk membangun pengusaha kecil. Jawabnya, mulai dari mana saja. Pemerintah ahli bikin pintu, pengusaha ahli bikin atap, kalangan buruh ahli buat fondasi. Jika kita ingin membuat bangunan yang baik, semuanya harus bagus. Negara ini sebuah rumah. Kalau semua bagus, tapi fondasi tidak bagus, ya ambruk juga.
Saran untuk pemerintah?
            Harus fokus pada sektor riil. Itulah  
entrepreneurship . Saya tidak akan bicara sistem. Kalau  ngomongsistem, nanti dikira kapitalis. Saya tidak peduli, tapi sektor riil yang harus dikembangkan. Ketika kita bicara sektor riil, mereka bergerak. Bicara soal angka, jumlah berapa orang yang bekerja dan berapa yang tumbuh, itulah sektor riil.
            Perhatian pemerintah memang ada. Tapi, strategi yang menyeluruh, komprehensif, dan masif, saya rasa belum. Kalau sudah, tentu Indonesia tidak seperti sekarang. Mengapa pengangguran tinggi? Karena, sektor riil tidak jalan. Mengapa kita berani kehilangan ratusan triliun untuk BLBI, tapi berapa persen untuk sektor riil masih harus berdebat.

5 komentar:

  1. Ass. Wr. Wb.
    Kpd Yth. Bapak H. Ir. Heppy Trenggono
    Saya sebagai pimpinan di SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang, jumlah siswa 818 siswa dari sekian siswa dari masyarakat ekonomi menengah kebawah, untuk tahun ajaran 2012/2013 membuat program smart actian peduli untuk membantu anak-anak yang tidak bisa menlanjutkan sekolah dari SLTP ke jenjang diatasnya. SMK sudah menjaring anak tersebut melalui sekolah dengan rekomendasi kepala sekolah dan dibuktikan dengan surat tidak mampu dari Desa/Kelurahan. Untuk memperlancar program tersebut bagamana untuk mencari solusi dari bapak H. Ir. Heppy Trenggono
    Wss. wr. Wb.

    BalasHapus
  2. salam kenal gan,mampir juga ya http://tanya-biografi.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. Nama saya adalah Cynthia Johnson. kita hipotek, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman Hotel, tawaran komersial Umum Mr John Carlson, orang harus memperbarui semua situasi keuangan di dunia / perusahaan untuk membantu mereka yang terdaftar pemberi pinjaman uang pinjaman pribadi, kredit, kredit konstruksi, rendah suku bunga 2% dll kredit modal, pinjaman usaha dan pinjaman kredit buruk bekerja, start up. Kami membiayai proyek di tangan dan perusahaan Anda / mitra dan saya juga ingin menawarkan pinjaman pribadi untuk klien mereka. hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    BalasHapus
  4. No tlp pak happy berapa? Yg tau mohon info gan

    BalasHapus
  5. Saya salut dan memberi perhormatan atas komitmen dan visi Bpk HEPPY TRENGGONO.
    Semoga Beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang serta anugrah dr Allah SWT. AMIEN

    BalasHapus